Kebutuhan menonton yang dulu bersifat rekreatif kini bertransformasi menjadi lifestyle. Bioskop bukan lagi satu-satunya media menonton, kita juga bisa menghadirkan personal home theatre di hunian modern. Berikut kami paparkan4 Alasan Memiliki Bioskop Pribadi.
Perkembangan Home theatre
Tercatat paling tidak di Amerika Serikat, teknologi home theatre atau home movies dikenal pada 1950an. Perkembangannya pun pesat mulai dari teknologi Kodak, LaserDisc sampai VHS. Pada tahun 2000an, dimensi home theatre semakin berkembang dan mencakup sistem yang lebih luas. Sebut saja DVD Player, teve layar lebar, dan surrounding sound. Kini kenikmatan menonton ala home theatre jauh lebih real. Perlengkapan teve dan suara 3D atau bahkan 4D dengan mudah ditemui.
Umumnya sebuah ruangan yang difungsikan sebagai home theatre memiliki komponen khusus. Seperti video display, sound systems dan tentu saja furnitur. Banyak varian alternatif aplikasi home theatre, variasi budgeting, sampai merk yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Kini dengan begitu beragam tawaran, ditambah dengan 4 alasan mengapa Anda harus memiliki bioskop pribadi, apa lagi yang Anda tunggu?
Home Theatre, Bukan Sekadar Lifestyle
Memiliki bioskop pribadi merupakan cara terbaik untuk menghabiskan quality time bersama keluarga. Kehadirannya dalam sebuah hunian akan memberikan alternatif hiburan modern yang bukan lagi hanya menjadi milik hunian kelas atas, namun paling tidak ada empat sisi lain dari home theatre yang memang bukan sekadar lifestyle.
-
Hemat. Pernah Anda kalkulasikan anggaran hiburan untuk masing-masing anggota keluarga? Tentu saja tiap orang memiliki budget berbeda. Dengan pengeluaran pada pos awal yang memang lebih besar, namun pos-pos pengeluaran reguler dan bahkan anggaran transportasi untuk kebutuhan hiburan ke depan dapat dipangkas habis. Bahkan dengan home theatre, anggaran perlengkapan Ruang Teve atau bahkan Ruang Kerja pun dapat diintegrasikan karena memiliki item yang kurang lebih sama.
-
Bebas mendesain. Suasana dan atmosfer bioskop publik yang itu-itu saja dapat dipecahkan dengan kehadiran bioskop pribadi. Sifatnya yang privat, interior dan perlengkapan menonton pribadi dapat ditentukan sesuai selera. Private home theatre dapat didesain dengan gaya vintage, kontemporer modern atau tradisional. Misalnya, jika Anda pecinta golf, artificial turf yang hijau segar akan cocok menjadi karpet Anda.
-
Minim gangguan. Memiliki ruang nonton pribadi dalam rumah secara langsung akan meningkatkan kualtias kebersamaan bersama keluarga, tanpa ‘orang asing’. Jika menonton di bioskop publik Anda harus mengantre membeli tiket, rebutan seat, dan terganggu oleh ekspresi penonton lain. Pasti di private home theatre, tidak akan ada pengalaman menyebalkan seperti itu.
-
Investasi. Bisnis properti adalah satu dari sekian “ladang uang” yang tidak akan pernah mati. Kehadiran bioskop pribadi dalam hunian pun akan meningkatkan nilai investasi serta nilai jual kembali hunian. Semakin lama akan semakin banyak orang yang sadar akan kebutuhan hiburan pribadi yang hemat, praktis dan menyenangkan seperti ini.
Tip Membuat Home theatre:
-
Komposisikan ruang dengan cermat. Pastikan ruangan cukup luas untuk bersantai. Letakkan seating furniture di tengah ruangan sehingga pandangan langsung ke layar.
-
Gunakan main lighting di tengah atau belakang ruangan. Dimmer lights akan cantik untuk sisi teve set Anda.
-
Pastikan seluruh sistem bekerja dengan baik. Gunakan single access remote agar lebih praktis.

Fauzan/206/Stock
Captions:
-
Dekorasi dinding dan plafon multifungsi. Selain sebagai peredam suara, dinding dan plafon pada interior home theatre dapat dimodifikasi
-
Masih pada area dinding, Anda dapat menempatkan koleksi film dan buku dengan aplikasi wal niche
-
Penambahan leg stool pada sofa menjadi alternatif selain penggunaan automatic sofa-bed
-
Dramatisasi cahaya dan aksen meja kaca pada furnishing akan menambah kesan mewah ruangan
-
Sebaiknya kontur ruangan dibuat berundak dan mengerucut. Untuk memberikan view maksimal saat menonton.



